Prof dr Adi Utarini, Project Leader EDP-Yogya memaparkan hasil kegiatan penelitian fase II di Kabupaten Sleman dan Bantul kepada Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta

Mentri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani, mengamati proses bloodfeeding (memberi makan nyamuk) yang dilakukan oleh Prof. dr. Adi Utarini pada peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional di Solo.

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi melakukan proses pemberian makan nyamuk (bloodfeeding) pada kunjungannya di insektarium EDP-Yogya

dr. Sjakon Tahija dari Yayasan Tahija dan Muhammad Dimyati dari Kemnristek mengangkat ERC (Egg Release Container) pada peletakan perdana telur nyamuk Aedes aegypti ber-Wolbachia di Kota Yogyakarta

Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, dr. Vita Yulia, M.Kes. memasukkan telur Aedes aegypti ber-Wolbachia ke dalam ember yang akan dititpkan kepada warga pada peletakan perdana telur Aedes aegypti ber-Wolbachia di Kelurahan Kricak.

Proses identifikasi larva nyamuk Aedes aegypti dari Kota Yogyakarta untuk uji resistensi, Oktober 2015.

Wolly dan Armada Pitpaganda berkeliling Kota Yogyakarta Memberikan edukasi tentang demam berdarah dan Wolbachia kepada masyarakat

Staf lapangan EDP-Yogya menunjukkan isi ERC (Eggs Release Container) kepada warga pada peletakan telur nyamuk Aedes aegypti ber-Wolbachia di Kelurahan Tegalrejo

Staf EDP-Yogya menunjukkan sample telur dan pupa nyamuk Aedes aegypti ber-Wolbachia kepada pengunjung Gebyar PHBS 2016 yang diikuti oleh seluruh TK dan PAUD se-Kota Yogyakarta

EDP-Yogya berkunjung ke Kampoeng Cyber di Kawasan Taman Sari untuk lebih mengenal potensi masyarakat Kota Yogyakarta

Bupati Bantul, Drs. H Sudarsono menyambut baik penelitian EDP-Yogya pada audiensi yang dilakukan pada Senin, 14 November 2016.

Eliminate Dengue Indonesia

Demam berdarah pertama kali dilaporkan terjadi di dua provinsi dari 29 provinsi di Indonesia pada tahun 1968. Saat ini demam berdarah telah menyebar di semua provinsi dan menjadi endemik di kota besar maupun kecil.

Pada Januari 2014, Eliminate Dengue Indonesia telah melepas nyamuk ber-Wolbachia di beberapa komunitas di Yogyakarta, kota padat penduduk yang merupakan daerah endemis demam berdarah. Tujuan pelepasan ini adalah untuk mengembangbiakkan Wolbachia di antara populasi nyamuk lokal sehingga memiliki kemampuan untuk mengurangi penularan demam berdarah pada manusia.

Pelepasan nyamuk ber-Wolbachia dilakukan setelah dua tahun masa persiapan bersama masyarakat dan mendapat ijin dari pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta. Dengan dukungan masyarakat dan persetujuan pemerintah, kami berharap bisa mengembangkan metode Wolbachia yang murah ini pada skala yang lebih besar di seluruh kota di Indonesia.

Eliminate Dengue Indonesia adalah program penelitian bersama dipimpin oleh Fakultas Kedokteran, Universitas Gadjah Mada dan didanai oleh Yayasan Tahija (Tahija Foundation)

BERITA EDP-Yogya

Wolbachia: Bukan Pengganti Kegiatan Pemantauan Jentik

 

Ngangsu Kawruh Mengelola Uwuh

Menu