Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Kepala Dinas Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta, drg. Pembayun Setyaning Astutie memberi makan nyamuk Aedes aegypti ber-Wolbachia di insektarium EDP Yogya, Selasa (14/2)

Mentri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani, mengamati proses bloodfeeding (memberi makan nyamuk) yang dilakukan oleh Prof. dr. Adi Utarini pada peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional di Solo.

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi melakukan proses pemberian makan nyamuk (bloodfeeding) pada kunjungannya di insektarium EDP-Yogya

Perwakilan masyarakat Kota Yogyakarta menunjukkan bola bertuliskan nomor undian pada Pengacakan Terbuka yang digelar di Balai Kota Yogyakarta, Rabu (25/1)

dr. Sjakon Tahija dari Yayasan Tahija dan Muhammad Dimyati dari Kemnristek mengangkat ERC (Egg Release Container) pada peletakan perdana telur nyamuk Aedes aegypti ber-Wolbachia di Kota Yogyakarta

Proses identifikasi larva nyamuk Aedes aegypti dari Kota Yogyakarta untuk uji resistensi, Oktober 2015.

Bupati Bantul, Drs. H Sudarsono menyambut baik penelitian EDP-Yogya pada audiensi yang dilakukan pada Senin, 14 November 2016.

Melinda Gates berjalan bersama tokoh masyarakat Kelurahan Kricak di wilayah penelitian EDP Yogya di Kelurahan Kricak

Ketua Pembina Yayasan Tahija, dr. Sjakon G. Tahija bersama dr. Shelley L. Tahija menyerahkan ember berisi telur nyamuk Aedes aegypti ber-Wolbachia secara simbolis kepada warga Kelurahan Cokrodiningratan Jumat, 7 April 2017

Staf EDP Yogya berbincang dengan Ketua komunitas tanggap bencana CODE X, Wasito Aji pada JUmat 17 Februari 2017

Staf Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta meletakkan ember berisi telur nyamuk Aedes aegypti ber-Wolbachia di halaman Kantor Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta

Eliminate Dengue Indonesia

Demam berdarah pertama kali dilaporkan terjadi di dua provinsi dari 29 provinsi di Indonesia pada tahun 1968. Saat ini demam berdarah telah menyebar di semua provinsi dan menjadi endemik di kota besar maupun kecil.

Pada Januari 2014, Eliminate Dengue Indonesia telah melepas nyamuk ber-Wolbachia di beberapa komunitas di Yogyakarta, kota padat penduduk yang merupakan daerah endemis demam berdarah. Tujuan pelepasan ini adalah untuk mengembangbiakkan Wolbachia di antara populasi nyamuk lokal sehingga memiliki kemampuan untuk mengurangi penularan demam berdarah pada manusia.

Pelepasan nyamuk ber-Wolbachia dilakukan setelah dua tahun masa persiapan bersama masyarakat dan mendapat ijin dari pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta. Dengan dukungan masyarakat dan persetujuan pemerintah, kami berharap bisa mengembangkan metode Wolbachia yang murah ini pada skala yang lebih besar di seluruh kota di Indonesia.

Eliminate Dengue Indonesia adalah program penelitian bersama dipimpin oleh Fakultas Kedokteran, Universitas Gadjah Mada dan didanai oleh Yayasan Tahija (Tahija Foundation)

BERITA EDP-Yogya

Bill & Melinda Gates Foundation Kunjungi EDP Yogya

 

Wakil Gubernur DIY Dukung EDP Yogya

Menu